Home Sumatera Selatan PRABUMULIH Ada Apa Dengan Kepala Rutan Prabumulih? Bersembunyi Tiap Kali Akan Diwawancarai, Terkesan...

Ada Apa Dengan Kepala Rutan Prabumulih? Bersembunyi Tiap Kali Akan Diwawancarai, Terkesan Anti Dengan Wartawan

27
0

PRABUMULIH-(ANTERO SUMSEL)-Tiga wartawati yang bertugas di Kota Prabumulih merasa tidak dihargai  saat mereka menjalankan propesi jurnalisnya dan ingin wawancara dengan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Prabumulih, Ronaldo De Vinci. Namun orang yang dimaksud selalu ‘bersembunyi’ dan tidak bersedia wawancara.

Ketiga wartawati dimaksud adalah Dian Anggraini, SE dari KabarRakyat.Website, Putri  media MaklumatNews.com dan Laili Hartati  media AnteroSumsel.com. 

“Sudah dua hari kami ke Rutan Prabumulih namun
Kepala Rutan Kota Prabumulih, Bpk Ronaldo De Vinci, tidak mau menemui kami. Ada apa? Apa yang disembunyikan di dalam lapas itu,” kata Laili.

“Tindakan Kalapas itu ada kesan tidak menghargai propesi jurnalistik.

Ditambahkan Dian, padahal mereka datang untuk mewawancarai untuk  Kalapas Prabumulih itu terkait kegiatan lapas di bulan ramadhan atas proyeksi dari Pemimpin Redaksi. “Kami mendapat tugas dari kantor tapi pihak karutan mengukur kami seakan mau minta duit,” sungut Dian.

Mereka bertiga memang ditugaskan dari redaksi untuk mewancarai kegiatan seputar Rutan Prabumulih. Namun 2 hari berturut-turut mereka datang tidak bisa menjumpai Kepala Rutan  Prabumulih dan terkesan sengaja sembunyi.

Indikasinya pegawai rutan yang berjaga awalnya mengatakan Karutan ada di dalam ruangan sedang ada tamu. Namun setelah ditunggu selama 2 jam, pegawai itu mengatakan mengatakan Karutan keluar. “Padahal pintu ruangan Karutan itu terlihat dari tempat kami duduk,”  kata Putri.

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Prabumulih, Abdullah Doni SH, menyayangkan masih ada pejabat yang alergi dengan wartawan.

“Apalagi kalau wartawan itu saat menjalankan tugas dan fungsi persnyo sudah sesuai kode etik jurnalistik. Sopan, propesional dengan melapor dan mengisi buku tamu seharusnyo pihak Rutan Prabumulih memberikan solusi terbaik jika kepala rutannya berhalangan, bisa menyuruh bawahan untuk mewakilinya,”kata Abdullah Doni saat dihubungi.

Lebih lanjut Doni mengatakan propesi wartawan itu dilindungi undang-undang. Berdasarkan pasal 4 UU Pers No 40 Tahun 1999, diatur dan dijamin kemerdekaan pers itu, serta pers nasional berhak mencari, memperoleh dan mempublikasikan informasi kepada masyarakat secara tepat dan akurat sesuai KEJ.

“Selanjutnya jika ada kesengajaan dari mereka untuk menghalang-halangi atau menutup-nutupi informasi itu bisa disanksi minimal 2 tahun penjara dan denda 500 juta rupiah,”pungkas Doni.

Sementara Kepala Rutan belum bisa dikonfirmasi. Namun ada chat WA nya kepada salah satu  dari 3 wartawati yang tidak diterima Kepala Rutan Prabumulih tersebut. Isinya WA itu intinya dia bilang kalau mau ke kantor jangan rame-rame tapi sendirian saja. (Lil)

Editor : Banu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here