Home Info Palembang Hasil Survey LKPI, Sarimuda-Rozak Raih Suara Tertinggi

Hasil Survey LKPI, Sarimuda-Rozak Raih Suara Tertinggi

33
0

PALEMBANG-(ANTERO SUMSEL)-Mendekati hari pencoblosan, 27 Juni 2018, semakin banyak perlakuan yang tidak adil dialami Calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang nomor urut 2, Sarimuda-Rozak.  Poster dan banner miliknya banyak dicopoti orang tidak dikenal. Namun ada juga pencopotan itu melibatkan oknum pegawai kelurahan atau petugas Satpol PP (trantib).

Aksi mereka saat mencopoti poster dan banner milik Sarimuda-Rozak itu baik  foto maupun videonya telah beredar luas di media sosial (medsos). Mengapa, oknum kelurahan dan polisi pamong praja itu bersemangat sekali mencopoti poster dan banner milik Sarimuda-Rozak? Sedangkan banner dan poster milik petahana nomor urut 1 dibiarkan dan tidak diganggu (dicopot).

Ternyata ada kepanikan diduga dari pihak petahana. Salah satu penyebab kepanikan itu mungkin hasil beberapa lembaga survey yang mengatakan tingkat elektabilitas  Sarimuda-Rozak menempati urutan teratas mengungguli petahana.

Baru-baru ini Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI), mengumumkan hasil survey yang dilakukan 25-31 Mei 2018 lalu. Survey yang menggunakan metode multy stage random sampling dengan 820 responden dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya elektabilitas pasangan calon Sarimuda-Rozak sebesar 38 persen, Harnojoyo-Fitrianti (29 persen), Mularis-Syaidina Ali (8 persen) dan Akbar-Hernoe (3 persen). ” Tingkat militansi pemilih sudah sangat tinggi sehingga sangat sulit berubah mengingat waktu semakin dekat. Dan partisipasi pemilih kami prediksi 80 persen partisipasi pemilih,” kata kata Direktur Eksekutif, Arianto saat merilis temuan survey Pilkada Palembang di Grand Zuri Hotel Palembang, Minggu (3/6).

Lebih lanjut dijelaskan Arianto,  massa mengambang pada pilkada Kota Palembang masih tinggi. Masing-masing calon dan timsesnya tinggal berupaya bagaimana cara mendulang suara yang mengambang tersebut dengan memanfaatkan waktu yang tersisa tinggal tiga minggu lagi.

” Massa mengambang berdasarkan temuan survey kami sebanyak 22 persen, tapi militansi pemilih sudah mantap untuk tidak merubah pilihan,” tegas Arianto .

Masih menurut Arianto, untuk perubahan elektabilitas mungkin  saja terjadi asal ada gerakan sporadis. Dia menyebutkan walaupun ada money politik nampaknya tidak bisa  mempengaruhi secara signifikan diangka 49 kewajaran.

Namun Arianto menyatakan masih peluang bagi pasangan calon untuk meningkatkan elektabilitasnya yakni pada acara debat publik. Pasalnya pada debat publik itu 52 persen masyarakat menunggu untuk menentukan sikap pilihan. “Atau perolehan suara  dapat saja berubah jika ada tsunami politik,” tukasnya. (sihat/krw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here