Home Info Palembang Tim Advokasi Sarimuda-Rozak Desak KPU Perbaiki DPT

Tim Advokasi Sarimuda-Rozak Desak KPU Perbaiki DPT

22
0

“Febuar Rahman, Kami Menemukan Penggelembungan DPT di Kebun Bunga”

PALEMBANG-(ANTERO SUMSEL)-Pilkada serentak tinggal 16 hari lagi. Namun ketua tim advokasi Calon Walikota dan Wakil Kota Palembang nomor urut 2 (Sarimuda-Rozak), Febuar Rahman SH, menemukan adanya penggelembungan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kota Palembang.

Menurut Febuar, pihaknya menemukan penggelembungan DPT ditemukan di Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame Palembang. ” Adanya temuan pemilih ganda ini setelah tim kami  menerima salinan DPT resmi dari KPU Palembang. Setelah diteliti, di dalam DPT Sukarame ditemukan begitu banyak jumlah pemilih dengan nama dan NIK yang sama, namun memiliki perbedaan tempat memilih,” beber Febuar.

Selain itu, masih menurut Febuar, timnya juga menemukan banyak calon pemilih tidak memiliki nomor Kartu Keluarga, namun ditetapkan sebagai pemilih yang terdaftar di DPT. “ Hal ini berpotensi munculnya pemilih siluman. Pemilih dengan identitas palsu bisa saja menguntungkan salah satu calon tertentu dan pelaksanaan Pilkada serentak di Sumsel khususnya Pemilihan Walikota Palembang menjadi tidak fair,” kata Febuar, Minggu (10/6).

Febuar merinci dari 512 mata pilih di Kelurahan Kebun Bunga, tim advokasi Sarimuda-Rozak hanya menemukan sekitar 20 pemilihan yang valid. Pihaknya juga memastikan temuan DPT ganda tidak hanya ada di Kelurahan Kebun Bunga, namun terdapat di sejumlah kelurahan dari 18 Kecamatan.

Febuar yang merupakan advokat senior itu menduga, DPT ganda sengaja diterbitkan dengan maksud untuk memanipulasi data dan informasi pemilih yang berhak memberikan suara di TPS pada Pilkada Palembang dan Pilgub Sumsel 2018. Sehingga, apabila tetap digunakan sebagai pedoman dalam proses pemungutan suara dapat menimbulkan kecurangan dan dimanfaatkan salah satu pasangan calon tertentu.

“ Terkait temuan DPT ganda ini, tim advokasi Sarimuda-Rozak telah mengajukan laporan ke Panwaslu kota Palembang. Laporan ini sudah kami serahkan kemarin dan selanjutnya akan kami bawa ke KPU Sumatera Selatan,” ungkap Febuar.

Dengan munculnya potensi kecurangan dan dugaan tindak pidana melalui DPT ganda, Febuar meminta agar Panwaslu segera memerintahkan KPU Palembang dapat segera melakukan perbaikan.

Sebab, jika tidak segera diperbaiki maka pelaksanaan Pilkada besar kemungkinan bisa ditunda. Tidak hanya untuk Pilkada Palembang, namun juga Pilgub Sumsel 2018. “Pelaksanaan Pilkada hanya menyisakan waktu sekitar dua pekan.

Dan saya rasa perbaikan ini akan memakan waktu cukup lama sehingga Pilkada berpotensi tertunda. Saya khawatir jika diteruskan dengan situasi ini maka Pilkada tidak akan menghasilkan pemimpin terbaik, berdasarkan pilihan rakyat,” tegas Febuar.(iw/krw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here