Home Sumatera Selatan PRABUMULIH Cederai Demokrasi,Relawan Kotak Kosong Persoalkan Iklan KPU

Cederai Demokrasi,Relawan Kotak Kosong Persoalkan Iklan KPU

23
0

PRABUMULIH-(ANTERO SUMSEL)-Iklan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di salah satu surat kabar Prabumulih disoalkan relawan kotak kosong (KoKo), pasalnya isinya dianggap mencederai demokrasi dengan hanya mensosialisasikan dan mengkampanyekan pasangan calon tunggal saja.

Menurut Ketua Relawan KoKo, H. Ahmad Azadin, BE bahwa sejak awal, pihaknya sudah merasakan betul bahwa pemilihan wali kota (pilwako) Prabumulih hanya mengajak masyarakat untuk memilih paslon tunggal.

“Komisioner KPU Prabumulih tampaknya kurang mengetahui aturan main. Jelas di dalam Peraturan KPU (PKPU) bahwa jika terjadi paslon tunggal, maka pemerintah menyiapkan kotak kosong sebagai hak demokrasi masyarakat yang tidak setuju dengan paslon tunggal. Dan kewajiban KPU untuk menyampaikan keduanya kepada masyarakat,” ungkapnya, Rabu (13/6/2018).

Kalau kita baca koran hari ini (iklan), lanjut Azadin, jelas bahwa KPU bersekongkol dengan paslon. Kalau seperti itu, masyarakat Prabumulih menyatakan bahwa sudah dari sejak awal, Pilwako Prabumulih sudah cacat hukum. Hal itu karena perilaku KPU yang dianggap tidak jujur dan adil (jurdil).

“Seharusnya KPU menggelar pilkada yang jurdil untuk pendidikan politik yang benar bagi masyarakat Prabumulih. Tapi saat ini, apa yang dilakukan oleh KPU seolah-olah untuk memenangkan paslon tunggal,” lanjutnya.

Azadin juga menegaskan jika pihaknya selalu memantau kegiatan KPU baik itu di masjid, balai desa dan tempat lainnya. “Kami sangat kecewa dengan kinerja dan keberpihakan yang ditunjukkan KPU terhadap paslon tunggal,” ungkapnya tokoh masyarakat sekaligus ketua adat Kota Prabumulih itu.

Ditempat yang sama, kuasa hukum relawan KoKo, Maiwan Kamil, SH, MH memastikan bahwa pihaknya telah melaporkan ketidakberpihakan anggota komisioner KPU Kota Prabumulih ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), dengan sejumlah bukti formil termasuk bukti iklan kampanye paslon di salah satu koran lokal di Prabumulih.

“Kami memiliki bukti formal yang nanti akan dijadikan sebagai alat bukti di DKPP. Dan saat ini, kami sudah memiliki nomor urut untuk persidangan atas tuntutan yang sudah kami layangkan sebelumnya,” tegasnya.

Namun, lanjut Maiwan, perlu digarisbawahi bahwa yang diadukan di DKPP bukan lembaga KPU melainkan para komisioner KPU Prabumulih.

“Dari pandangan kami, nampak sekali keberpihakan KPU kepada paslon tunggal. Di dalam PKPU nomor 4/2017 memang dikatakan bahwa kampanye bisa dilakukan melalui media cetak dan difasilitasi oleh KPU. Tetapi, kotak kosong juga memiliki hak untuk disosialisasikan kepada masyarakat, bahwa memilih kotak kosong adalah sah menurut Undang-Undang,” terangnya.

Maiwan mengatakan hal itu karena dalam Undang-Undang yang berlaku, dana untuk sosialisasi adalah dana negara untuk pilkada, bukan dana dari paslon. Dan, kotak kosong adalah bagian dari demokrasi, sehingga berhak untung disosialisasikan dengan menggunakan dana tersebut.

“Namun yang kami sayangkan, kenapa di koran lokal KPU tidak melakukan sosialisasi kolom kosong. Semestinya tidak hanya kampanye paslon saja, tetapi juga memberikan ruang yang sama kepada kolom kosong sebagai wujud sosialisasi. Namun, sampai saat ini hal itu tidak dilakukan oleh KPU. Sehingga, muncul indikasi seolah-olah keberpihakan KPU terhadap paslon tunggal,” geramnya.

Sebagai kuasa hukum KoKo, lanjut Maiwan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi saat ini. “Tolong berikanlah pendidikan politik yang benar, berikan hak-hak demokrasi masyarakat dan KPU harus bekerja secara profesional. Silahkan saja memfasilitasi kampanye paslon dinmedia cetak karena memang ada anggarannya. Tetapi, sosialisasi kolom kosong juga memiliki anggaran, kenapa itu tidak dilaksanakan oleh KPU,” ujarnya.

“Saat ini masyarakat Prabumulih sudah pintar dalam berdemokrasi. Mereka sudah mampu menilai apakah KPU netral atau tidak. Merekalah yang nanti akan menilai,” lanjut Maiwan.(Noe)

Editor : Banu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here