Home Sumatera Selatan BANYUASIN Program Banyuasin Bangkit Targetkan Indeks Desa Membangun(IDM)

Program Banyuasin Bangkit Targetkan Indeks Desa Membangun(IDM)

59
0

BANYUASIN-(ANTERO SUMSEL)-Program Banyuasin bangkit adil dan sejahtera memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan pemberdayaan masyarakat desa.

Implementasi 7 (tujuh) program prioritas Banyuasin bangkit dari Bupati Banyuasin H askolani dan wakil Bupati H slamet telah berjalan dengan baik selama kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir ini.

Keberhasilan implementasi program prioritas ini terlihat dengan banyaknya perubahan/meningkatnya status desa diwilayah kabupaten Banyuasin.

Seperti cukup siginifikanya angka kenaikan Indeks Desa Membangun (IDM) di desa desa kabupaten banyuasin.

Menurut tim Pendampingan Desa dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Hendra Bakti (Management Information System) Provinsi Sumatera Selatan,bahwa perbandingan Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Banyuasin tahun 2018 mengalami peningkatan di tahun 2019, antara lain:

Antara lain status desa maju ditahun 2018 sebanyak 7 desa dan meningkat menjadi 14 desa ditahun 2019.

Desa berkembang ditahun 2018 sebanyak 103 desa dan meningkat menjadi 181 desa ditahun 2019. Status desa tertinggal 2018 sebanyak 167 desa dan menurun menjadi 93 desa ditahun 2019.

status desa sangat tertinggal ditahun 2018 sebanyak 11 desa menurun menjadi 0 (nol) desa ditahun 2019.

hal ini merupakan capaian yang sangat baik untuk pemberdayaan masyarakat desa di kabupaten banyuasin. Indeks desa membangun, atau disebut IDM merupakan program nasional dikembangkan untuk memperkuat upaya pencapaian sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan sebagaimana tertuang dalam buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yakni menigkatkan jumlah desa mandiri, IDM lebihmenyatakan fokus pada upaya penguatan otonomi desa.

Menurut Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin erwin ibrahim,Pada hakekatnya Desa merupakan entitas bangsa yang telah membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui pengembangan paradigma dan konsep baru tata kelola Desa secara nasional.

Berlandaskan prinsip keberagaman serta mengedepankan asas rekognisi dan subsidiaritas, tidak lagi menempatkan Desa sebagai “latar belakang Indonesia”, melainkan sebagai “halaman depan Indonesia” secara umum dan kabupaten banyuasin secara regional. Dan ini menunjukkan bahwa program kerja banyuasin bangkit telah selaras dengan RPJMN dan RPJMD provinsi sumatera selatan.

Indeks Desa Membangun mengklasifikasi Desa dalam lima (5) status, yakni: (i) Desa Sangat Tertinggal; (ii) Desa Tertinggal; (iii) Desa Berkembang; (iv) Desa Maju; dan (v) Desa Mandiri. Klasifikasi Desa tersebut untuk menunjukkan keragaman karakter setiap Desa dalam rentang skor 0,27 – 0,92 Indeks Desa Membangun.

Klasifikasi dalam 5 status Desa tersebut juga untuk menajamkan penetapan status perkembangan Desa dan sekaligus rekomendasi intervensi kebijakan yang diperlukan.

Status Desa Tertinggal, misalnya, dijelaskan dalam dua status Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal di mana situasi dan kondisi setiap Desa yang ada di dalamnya membutuhkan pendekatan dan intervensi kebijakan yang berbeda.

Menangani Desa Sangat Tertinggal akan berbeda tingkat afirmasi kebijakannya di banding dengan Desa Tertinggal.
Dengan nilai rata-rata nasional Indeks Desa Membangun 0,566 klasifikasi status Desa ditetapkan dengan ambang batas sebagai berikut:
1. Desa Sangat Tertinggal
2. Desa Tertinggal
3. Desa Berkembang
4. Desa Maju
5. Desa Mandiri
: < 0,491
: > 0,491 dan < 0,599 : > 0,599 dan < 0,707 : > 0,707 dan < 0,815 : > 0,815

didalam melakukan pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) ada 3 dimensi yang menjadi indikator antara lain, ketahanan sosial, ekonomi dan ekologi. Ketahanan sosial terdiri dari; kesehatan, pendidikan,modal usahan dan pemukiman.

Sedangkan ekonomi meliputi : Keragaman Produksi Masyarakat DesaTersedia Pusat Pelayanan Perdagangan,Akses Distribusi/Logistik dan sebagainya.

Ekologi meliputi : Kualitas Lingkungan,Potensi/Rawan Bencana Alam. Dengan meningkatnya IDM diharap dapat berpengaruh didalam penurunan angka kemiskinan diwilayah kabupaten banyuasin”tutup Erwin.(Rilis)

Editor : Banu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here