Home Sumatera Selatan PRABUMULIH PLN Bertahap Cabut Meteran Listrik Kwh 900 VA

PLN Bertahap Cabut Meteran Listrik Kwh 900 VA

51
0

PRABUMULIH-(ANTERO SUMSEL)-PLN secara bertahap mulai melakukan pencabutan meter listrik (kWh) subsidi 900 VA dan menggantikannya dengan kWh baru. enjelang bakal dicabutnya subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA per Januari 2020 nanti, pihak

Hal itu diungkapkan oleh Kepala PLN Rayon Prabumulih, Sumardi saat ditemui diruangan kerjanya, Selasa sore (17/9/2019). Menurut Sumardi, pihaknya sejak beberapa bulan belakangan ini secara bertahap mengganti kWh listrik bersubsidi merk Melcoinda seri 564 milik pelanggan 900 VA dengan kWh Hexing atau Sangxing. Namun untuk pelanggan listrik 450 VA masih di subsidi.

“Bukan MCB (Miniature Circuit Breaker) yang diganti, tapi kWh merk Melcoinda seri 564 saja yang diganti, ini perintah PLN Wilayah UIW S2JBb Palembang,” sebut Sumardi.

Dijelaskan Sumardi, dari total sekitar 111 ribuan pelanggan PLN Rayon Prabumulih yang di subsidi hanya sekitar 5.000 lebih pelanggan 900 VA.

“Total keseluruhan pelanggan kita ada sekitar 111 ribuan, dan yang di subsidi ada sekitar 5000-5300 an lebih. Dan dari jumlah itu, masih ada sekitar 200 an lagi yang belum diganti kWh nya karena terkendala letak titik koordinatnya,” jelas dia.

Sumardi pun menargetkan pada Desember 2019, kWh pelanggan 900 VA bersubsidi tersebut semuanya sudah harus diganti. Untuk merampungkannya, salah satu cara pihaknya akan memblokir kWh pelanggan dengan melalui data address dan nama pelanggan bersubsidi.

“Kita targetkan akhir Desember 2019 ini selesai. Salah satu caranya akan kita blokir tapi itu dilakukan menunggu stock barang dulu, bahkan kalau tersedia di PLN maka 1 paket kita ganti,” tandas Sumardi.

Disinggung jumlah tunggakan pelanggan pada Triwulan III 2019, dijelaskan Sumardi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika di awal tahun 2018 jumlahnya mencapai Rp 6 miliar, pada tahun ini turun berkisar Rp 3-4 miliar.

“Itu total jumlah tunggakan semua golongan pelanggan, tapi kalau untuk golongan 0 masih berkisar Rp 1,8-2,4 miliar,” terang Sumardi.

Lebih lanjut dikatakan Sumardi, dari jumlah tunggakan pelanggan golongan 0 tersebut terbesar disumbang dari pelanggan vertical atau legalisasi yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 1 miliar. “Sisanya adalah tunggakan pelanggan biasa,” tutupnya.(ril)

Editor :Banu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here