Home Nasional DKPP : Ketua Bawaslu Prabumulih Terbukti Langgar Kode Etik dan Pedoman Perilaku...

DKPP : Ketua Bawaslu Prabumulih Terbukti Langgar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu

55
0

JAKARTA-(ANTERO SUMSEL)-Setelah sempat menunggu beberapa jam, akhirnya sidang pembacaan putusan perkara kasus pelanggaran kode etik penyelenggaraan Pemilu yang dilakukan Ketua Bawaslu kota Prabumulih Herman Julaidi digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu malam (23/10) tadi.

Dalam sidang putusan yang diselenggarakan di Ruang Sidang DKPP, lantai 5, Jalan MH Thamrin No. 14, Jakarta Pusat ini, Ketua Majelis Hakim DKPP Harjono dalam putusannya yang dibacakan oleh sejumlah hakim anggota Alfitra Salam, Teguh Prasetyo, Muhammad, Ida Budhiati, dan Rahmat Bagja memutuskan Ketua Bawaslu kota Prabumulih Herman Julaidi terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara Pemilu.

Putusan itu dilakukan berdasarkan penilaian dan fakta dalam persidangan, serta mendengarkan keterangan para pengadu, dan mendengarkan jawaban teradu.

“Dan memeriksa bukti-bukti dokumen yang disampaikan para pengadu dan teradu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu menyimpulkan bahwa teradu (Herman Julaidi) terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu,” sebut Alfitra Salam, dalam pembacaan putusannya.

Dalam putusan itu, majelis hakim menjatuhkan sanksi peringatan kepada teradu Herman Julaidi terhitung sejak dibacakanya putusan tersebut.

“Serta memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sumatera Selatan untuk menindaklanjuti putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak putusan ini dibacakan, dan mengawasi pelaksanaan putusan ini,” tegas anggota majelis hakim.

Dalam putusan itu juga diungkap, bahwa jawaban teradu tidak meyakinkan DKPP. Teradu juga terbukti melanggar pasal 6 ayat (3) huruf a, huruf f dan huruf g juncto pasal 11 huruf a, b, dan c juncto pasal 15 huruf a, huruf e dan huruf f juncto pasal 16 huruf a dan huruf dan b.

“Teradu juga tidak pernah melakukan publikasi dan menyatakan secara terbuka dalam rapat bahwa istrinya mencalonkan diri sebagai calon legislatif, dalam persidangan pemeriksaan juga terungkap fakta bahwa benar istri teradu bernama Fitria Mardaleta masuk dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD kota Prabumulih dari partai Golkar untuk daerah pemilihan Prabumulih Utara-Cambai.pada pemilu 2019.

Terpisah, Amri Amasita dalam sambungan selulernya mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada DKPP dalam putusan tersebut.

“Alhamdulillah, dari awal saya yakin keadilan akan menghampiri kami. Sidang berjalan bagus dan majelis hakim menerima pengaduan kami,” sebut Amri, lewat hp-nya, Rabu malam.

Dirinya juga mengungkap, bahwa akan membawa kembali persoalan dan hasil sidang tersebut ke kepolisian.

“Sesuai yang saya sampaikan dari awal, kasus ini juga akan kami bawa ke ranah hukum dalam hal ini Polda Sumsel, rencannya Jumat besok,” tutupnya(ril)

Editor : Banu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here