Home Sumatera Selatan MUARA ENIM Longsoran Pembuangan Tanah PTBA,Tutupi Sungai Kiyahan

Longsoran Pembuangan Tanah PTBA,Tutupi Sungai Kiyahan

17
0

MUARA ENIM-(ANTERO SUMSEL)-Warga Desa Tegal Rejo RT XIV Tanjung Enim, dikejutkan dengan kejadian longsor tumpukan buangan tanah (Disposal) milik PT Bukit Asam Tbk diareal pertambangan Banko Barat.

Wilayah ini berbatasan langsung dengan sungai kiyahan area pemukiman warga Desa Tegal Rejo RT XIV, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Jum’at (06/12/2019) sekitar pukul 07:28 WIB.

Longsoran tumpukan buangan tanah tersebut hingga menutupi beberapa bagian sungai kiyahan, yang menyebabkan aliran sungai tersebut terganggu. Hal ini membuat ketakutan tersendiri bagi warga yang tinggal disekitar lokasi tambang PT Bukit Asam tbk.

Akibat terganggunya aliran sungai kiyahan karena tertutup tanah akan meluap ketika hujan turun dan akan membanjiri rumah warga yang ada disekitar sungai tersebut.

Salah satu warga Desa Tegal Rejo RT XIV pak Almirza ketika dikonfirmasi awak media menyampaikan kekhawatiran, “jika hujan turun apa lagi malam hari kami merasa was-was karena takut air sungai kiyahan akan masuk menggenangi rumah dan jelas ini sangat menggangu kenyamanan kami kejadian itu sudah berlangsung lama hingga dinding rumah kami mengalami retak-retak”, tegasnya.

Salah satu pegawai PT Bukit Asam tbk bagian perencanaan belum bisa memberi keterangan ketika ditemui di lokasi kejadian longsor, “silahkan konfirmasi ke Humas dulu kami akan menyampaikan ke humas agar tidak terjadi kesalahan informasi”,ucap beliau.

Humas PT Bukit Asam tbk ketika dihubungi melalui WhatsApp mengatakan “saya lagi Dinas luar nanti saya hubungi ke pihak terkait dulu”jelas Efensi.

Harapan warga Desa Tegal Rejo RT XIV, agar pihak PT Bukit Asam memberikan solusi dan juga kenyamanan khusus kepada masyarakat yang tinggal disekitar areal penambangan.

Dekatnya lokasi tambang dengan pemukiman warga jika musim panas maka akan banyak debu bila musim hujan tanah akan longsor dan menyebabkan banjir karena arus sungai terganggu.(ril)

Editor : Anisyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here