Home Sumatera Selatan BANYUASIN Rumah Tahfizh: Solusi Nyata Perbaikan Akhlak

Rumah Tahfizh: Solusi Nyata Perbaikan Akhlak

89
0

BANYUASIN-(ANTERO SUMSEL)-Sebanyak 99 santri dan santriwati rumah Tahfizh Al-Firdaus ikuti wisuda Akbar ke 6,Rabu(25/12) di Kenten Kabupaten Banyuasin,kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Rumah Tahfizh Provinsi Sumatera-Selatan.

“Diterangkan Ustadz Ahmad Maulana Al Hafizh mengatakan” In Shaa Allah target untuk lebih banyak mencetak para Hafizh dan Hafizhah.

“Tahun 2021 merupakan titik awal untuk terus menyiapkan para penghapal Al-Quran,baik dari segi bacaan (qiroah) maupun kualitas hapalannya hingga terwujud generasi yang memahami Al-Quran dan dapat mengaplikasikanya dalam kehidupan sehari-hari”terangnya.

“Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang juga Ketua Umum Rumah Tahfizh Sumatera-Selatan yang hadir dalam wisuda ke 6 rumah Tahfizh Al Firdaus tersebut mengatakan “saya datang sebagai Umara’ dan Gubernur Sumsel.”

ditambahkan olehnya bahwa, “membangun daerah bukan hanya sekedar segi bangunan fisik saja,namun mental spiritual masyarakat di negara kita wajib dibangun” imbuhnya.

Butuh pengejewantahan dalam membina rumah Tahfizh juga dalam membangun nilai2 kepercayaan dari kaum muslimin dan muslimat, terlebih lagi dari calon wali santri.

di tekankan kembali olehnya, “Kegiatan pembelajaran lebih penting dan diawali dari niat tanpa pamrih karena Allah, jangan hanya diutamakan dari sisi bangunan fisik saja,karena hal ini bisa menggerus kepercayaan masyarakat.”

“Al Qur’an adalah bukti nyata karena ia menjadi sumber dari segala ilmu baik soal yang berhubungan dengan teknologi informasi hingga urusan rumah tangga.Maka keberadaan rumah tahfizh menjadi sangat penting.”

“Terima kasih kepada para wali santri yang telah mengamanahkan anak-anaknya untuk dididik di rumah tahfizh. Rumah tahfizh dapat menjadi madrasah ruhaniah dalam pendidikan agama. ”

aspek lain yang juga perlu perhatikan adalah mewujudkan hafiz/hafizah yang berakhlak sehingga mampu berperan aktif dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dengan mengedepankan toleransi dalam bingkai kebhinekaan.(Rif)

Editor : Anisyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here