Home Sumatera Selatan Al-Quran Terjemahan Bahasa Palembang Siap Dicetak

Al-Quran Terjemahan Bahasa Palembang Siap Dicetak

8
0

PALEMBANG-(ANTERO SUMSEL)-Kita Suci Alquran terjemahaan bahasa Palembang, resmi diselesaikan pembuatannya. Alquran tersebut baru ada 100 eksemplar yang berhasil dicetak oleh Kementerian Agama.

Rencananya Pemprov Sumatera-Selatan akan mengandeng pihak BUMD dan BUMN untuk terlibat untuk memperbanyak cetakan alquran.

Alquran terjemahan bahasa Palembang itu, memiliki tebal 951 lembar halaman, dengan cover desain berwarna merah lengkap dihiasi motif songket khas Palembang.

Mushaf Alquran terjemahan bahasa Palembang rencananya akan dicetak banyak dan distribusikan ke 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, bahkan hingga negara-negara tetangga.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Prof Dr HM Sirozi, Ph.D, di sela rapat koordinasi dalam rangka mensosialisasikan terjemahan Alquran dalam Bahasa Palembang di lantai III Rektorat (UIN RF, Palembang, Rabu (8/1).

Turut hadir Gubernur Sumsel yang diwakili oleh Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. H. Ahmad Najib, S.H., M.Hum., Walikota Palembang yang diwakili oleh Asisten 3 bidang Ekonomi Ir. Agus Kelana, Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Prof. Drs. H. Muhammad Sirozi, M.A., Ph.D., Wakil Rektor II Dr Zainal Berlian, M.M., D.B.A., Wakil Rektor III Dr Rr.Rina Antasari, S.H., M.Hum., para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang,
Selain itu hadiri , Ketua Tim penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Palembang Dr. Alfi Julizun Azwar, M. Ag., Sultan Kesultanan Palembang Darussalam Raden Muhammad Fawaz Prabudiraja beserta Sekretaris Sultan, Kepala Balitbang kota Palembang, Kakanwil Kemenag kota Palembang, Balai Diklat Kemenag, perwakilan Dinas Pendidikan kota Palembang, para Kepala Biro Provinsi Sumatera Selatan, Perwakilan Baznas, Ketua Lembaga Adat Provinsi Sumsel, para sesepuh masyarakat Palembang, tim penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Palembang, dan para tamu undangan lainnya.

“Ada seratus eksemplar Alquran terjemahan bahasa Palembang di Kementerian Agama. Dalam waktu dekat akan kita distribusikan sekalian acara launching,” katanya.

Kitab suci Alquran terjemahan Bahasa Palembang ini, ia mengatakan, tidak akan dijual ke publik. Ini adalah amal jariah untuk semua pihak yang terlibat dalam pembuatannya.

Proses penerjemahannya tersebut, atas kerja sama UIN Raden Fatah Palembang dengan Puslitbang Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang Diklat Kementerian Agama RI.

“Tidak akan pernah kita komersilkan. Kita akan cari sumber-sumber dana yang tidak mengikat, tidak profit. Mungkin antara lain dari Pemprov Sumsel. Atau BUMN dan BUMD di sini lewat dana CSR,” katanya.

Menurutnya Alquran terjemahan Bahasa Palembang akan dicetak lebih banyak. Paling tidak hingga dua ribu eksemplar agar bisa dibagikan ke 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

“Ini bisa jadi cenderamata yang penting bagi wisatawan yang datang berkunjung ke sini. Supaya sosialisasi itu berjalan efektif, kita tadi minta kesediaan Gubernur Sumsel untuk memfasilitasi acara sosialisasi.

Sehingga semua unsur bergerak dalam mensosialisasikan terjemahan Alquran bahasa Palembang,” katanya.

Selain di Sumsel, Alquran ini juga akan disebarkan ke seluruh penjuru nusantara, bahkan hingga mancanegara. Terutama negara-negara serumpun.

“Kita ingin kirimkan ke Brunei, Malaysia, Filipina, bahkan negara-negara Eropa. Bahasa Palembang ini kan punya karakteristik yang sangat unik.

Kalau kita kirim kopinya ke sana bisa jadi bahan riset untuk para ilmuwan. Sehingga Bahasa Palembang semakin dikenal dan dipahami oleh kita semua,” katanya.

Diakuinya, terjemahan Alquran berbahasa Palembang hanya sedikit yang dipahaminya. Lantaran bahasa yang digunakan bahasa Palembang asli, yang tidak digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang Palembang aslipun belum tentu paham. Karena ini bahasa asli. Bahasa yang kita omongkan sehari-hari ini bukan Bahasa Palembang. Tapi bahasa Melayu tinggi.

Kita ini sebetulnya hampir kehilangan pijakan budaya. Karena kita tidak tahu bahasa kita sendiri. Budaya suatu masyarakat akan kuat apabila ditopang oleh bahasa,” katanya.

Assisten 1 Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel, Akhmad Najib mengatakan, dengan hadirnya Alquran terjemahan berbahasa Palembang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Meskipun dari sisi kosakata bahasa Palembang yang dipergunakan, masih belum familiar ditelinga.

“Karena itu jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari. Tapi dengan terjemahan Alquran ini, secara tidak langsung muncul rasa ingin tahu isi terjemahannya sekaligus ikut mencintai kitab alqurannya,” katanya.

Langkah pertama untuk menggaungkan keberadaan Alquran terjemahan bahasa Palembang ini, Pemprov Sumsel memiminta sosialisasi pada masyarakat.

“Terjemahannya secara otentik dan konkret sudah ada dan siap dicetak, namun bagaimana sekarang menyampaikan manfaat kitab ini bisa sampai ke masyarakat,” katanya.

Untuk itu, Pemprov menyambut baik rencana Pencetakan Alquran dengan terjemahan Bahasa Palembang ini dengan jumlah yang lebih besar sehingga kedepan dapat didistribusikan ke masjid-masjid, majelis taklim, rumah tahfidz dan lainnya.

“Kalau hanya 100 eksemplar yang dicetak dari Kementerian seperti yang diungkapkan Rektor tadi tentu akan kurang, masjid di Sumsel jumlahnya ribuan.

Oleh karenanya, butuh peran BUMN/BUMD yang kita harap bisa ikut dalam proses pencetakan Alquran ini,” katanya.

Anggota tim penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Palembang, yang sekaligus Dosen tetap Prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang Dr. Zuhdiyah, M.Ag, menyampaikan bahwa, setelah diadakannya launching terjemahan Al-Qur’an berbahasa Palembang tanggal 13 Desember 2019 yang lalu, beliau sebagai salah seorang penerjemah berharap Al-Qur’an ini tidak hanya sampai pada tahap penerbitan saja, tapi akan dilanjutkan dengan sosialisasi.

Salah satu wujud sosialisasi itu antara lain adalah, perlunya Al-Qur’an dan terjemahannya itu diajarkan di sekolah-sekolah, ujar beliau.

Sebagai Dosen yang berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, beliau bersama rekan-rekan Dosen lain, sejak tahun 2001 hingga 2005 telah mempersiapkan 3 jilid buku muatan lokal untuk kelas 4, 5, dan 6. Diharapkan buku muatan lokal itu dapat mendampingi memahami terjemahan Al-Qur’an berbahasa Palembang ini.

“Karena jika membaca terjemahan Al-Qur’an berbahasa Palembang tanpa pembelajaran muatan lokal untuk anak-anak, akan sulit dilakukan. Oleh karena itu, seperti yang dikatakan oleh Asisten 1 Pemprov, dan Asisten 3 Pemkot, bahwa terjemahan Al-Qur’an berbahasa Palembang ini akan disosialisasikan di mesjid, mushola, dan sekolah-sekolah, maka, khusus untuk di sekolah, perlu didampingi muatan lokal budaya dan bahasa Palembang,”terangnya.(ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here