Beranda Sumatera Selatan 2022 Pembangkit PLTU Sumsel 8 Siap Beroperasi

2022 Pembangkit PLTU Sumsel 8 Siap Beroperasi

193
0

MUARA ENIM-(ANTERO SUMSEL)-PT Bukit Asam Tbk (PTBA) saat ini dalam tahapan merampungkan konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang atau PLTU Sumsel 8 yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim.

Dalam siaran persnya PTBA perusahaan tambang tersebut membangun PLTU Sumsel 8 berkapasitas 2 x 620 MW merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai US$ 1,68 miliar.

“PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35.000 MW dan dibangun oleh PTBA melalui anak perusahaan PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP).

“PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd,” kata Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie, Kamis (1/10).

Diterangkan Apollonius, progres pembangunan proyek PLTU saat ini sudah mencapai 50 persen. “Pembangkit listrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial pada kuartal pertama 2022, nantinya akan membutuhkan 5,4 juta ton batu bara pertahun,” ujarnya.

PLTU Sumsel 8 konstruksi pembangunannnya sudah dimulai sejak Juni 2018. Setelah beroperasi nantinya, listrik dari pembangkit tersebut akan dialirkan ke melalui jalur transmisi ke Gardu Induk PLN di Muara Enim dan Mengalirkan listriknya ke Sumatera Grid menggunakan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

PTBA perusahaan tambang batu bara dengan menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan saat ini memiliki tiga PLTU yang telah beroperasi dan satu PLTU yang sedang dalam tahap konstruksi.

Dua unit PLTU yang telah beroperasi merupakan milik sendiri PTBA. Dua PLTU tersebut berlokasi di pelabuhan Tarahan, Lampung dengan kapasitas 2 x 8 MW, dan di Tanjung Enim dengan kapasitas 3 x 10 MW.

PLTU Mulut Tambang 3 x 10 MW di Tanjung Enim untuk memenuhi kebutuhan daya listrik pengoperasian BWE dan memberi manfaat terjaminnya kesinambungan pasokan listrik sehingga utilitas peralatan dapat dijaga. Juga dapat menekan biaya operasional penambangan sehingga memperbaiki struktur Biaya Pokok Produksi (BPP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here